Jhonlin Group Kembali Bantu Masyarakat, Ribuan Nelayan,Guru Ngaji Serta PKL Berhasil Terima BPJS

Perusahaan dengan nama Jhonlin Group ini seakan tidak pernah berhenti memikirkan masyarakat kalangan bawah, setelah sukses dengan berbagai macam inovasi, kali ini Jhonlin Group Bantu 1.400 Nelayan, PKL dan Guru Ngaji Peroleh BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan informasi pihak perusahaan yang tergabung dalam Jhonlin Group (JG) melalui program corporate social responsibility (CSR) membantu 1.400 pekerja informal atau perkerja Bukan Penerima Upah (BPU) meliputi nelayan, pedagang kaki lima, fakir miskin dan guru ngaji di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memperoleh perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

“Tujuan program CSR JG kali ini untuk memberikan edukasi pentingnya sebuah perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja informal atau mereka yang bukan penerima upah. Selain itu, JG berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat di sekitar perusahaan dengan adanya manfaat yang diberikan dari BPJS Ketenagakerjaan, baik berupa santunan hingga beasiswa untuk dua anak,” kata Khalied Abe, CSR Jhonlin Group, di Tanah Bumbu, Kalsel, Rabu (24/8/2022).

Menurut Khalied, seluruh unit usaha di bawah JG masing-masing memberikan bantuan untuk 200 pekerja BPU sehingga total mencapai 1.400 orang. Penyerahan secara simbolis BPJS Ketenagakerjaan untuk para pekerja BPU ini telah dilakukan di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu pada 24 Juni 2022.

Para pekerja BPU itu mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan dengan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). *Manfaat perlindungan kecelakaan kerja saat para peserta sedang mencari nafkah dan perlindungan berupa santunan jika peserta tutup usia. Selain itu adanya manfaat beasiswa sebesar Rp174 juta bagi dua anak (dari TK hingga Perguruan Tinggi),” papar Khalied.

Tak hanya itu, menurut Khalied, kemungkinan besar jumlah penerima BPJS Ketenagakerjaan masih akan bertambah, mengingat masih banyak para pekerja informal di sekitar perusahaan yang rentan dalam pekerjaannya dan belum tercover BPJS Ketenagakerjaan dari beberapa profesi, seperti montir atau mekanik, pedagang sayur keliling, dsb.

 

Para Pekerja Rentan

 

Murniati, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Tanah Bumbu mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada JG yang telah membangun hubungan kemintraan yang harmonis dan strategis.

“Terima kasih BPJS Ketenagakerjaan mendapat kepercayaaan akan penyaluran program CSR dari perusahaan khususnya JG. Terima kasih juga telah mendukung dan mengedukasi program pemerintah di bidang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja rentan di Kabupaten Tanah Bumbu,” kata Murniati. Sementara itu, Rajiman, salah satu pedagang kaki lima yang menerima bantuan BPJS Kesehatan menyatakan terima kasih.

“Terima kasih kepada pihak perusahaan JG yang membantu kita, yang ibaratnya pegawai tanpa gaji. Program bantuan ini sangat baik karena bermanfaat sekali jika suatu saat ada kendala, jadi bisa membantu,” kata Rajiman.

 

Hal senada diungkapkan Mutmainah yang juga PKL. “Alhamdulillah. Terima kasih atas bantuan JG untuk program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan,” kata Mutmainah.

Khalied Abe berharap program CSR JG berupa BPJS Ketengakerjaan ini bakal mengedukasi masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Termasuk adanya peran penting dari perusahaan melalui program CSR untuk membantu seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu,” pungkasnya.

 

Jhonlin Group Berikan Angin Segar Dengan Bantu Ribuan Nelayan, PKL Dan Guru Ngaji Dapatkan BPJS Ketenagakerjaan

Penulis : Pakar Seo , Master Seo , Ahli Seo, Pakar Seo Indonesia, Seo Indonesia , Pakar Seo Indonesia Terbaik, Master Seo Terbaik, Ahli Seo Terbaik, Seo murah , Seo Indonesia, Seo Terbaik, Ahli Seo Indonesia, Master Seo Indonesia, Pakar Seo Surabaya

Penulis : Pakar Seo , Master Seo , Ahli Seo, Pakar Seo Indonesia, Seo Indonesia , Pakar Seo Indonesia Terbaik, Master Seo Terbaik, Ahli Seo Terbaik, Seo murah , Seo Indonesia, Seo Terbaik, Ahli Seo Indonesia, Master Seo Indonesia, Pakar Seo Surabaya

Penulis : Pakar Seo , Master Seo , Ahli Seo, Pakar Seo Indonesia, Seo Indonesia , Pakar Seo Indonesia Terbaik, Master Seo Terbaik, Ahli Seo Terbaik, Seo murah , Seo Indonesia, Seo Terbaik, Ahli Seo Indonesia, Master Seo Indonesia, Pakar Seo Surabaya

Pakar SEO , Master SEO, Ahli SEO, Pakar SEO Surabaya,Master SEO Surabaya,Ahli SEOSurabaya,PakarSEOIndonesia, Master SEO Indonesia, Ahli SEO Indonesia,Pakar SEO Merah Putih,Ahli SEO Merah Putih,MasterSEOMerah Putih , Pakar SEO Indonesia Terbaik, Master SEO Indonesia Terbaik. Pakar SEO Medsos , Pakar SEO FB , Pakar SEO Facebook , Pakar SEO Twitter , Pakar SEO Pinterest , Pakar SEO Google , Pakar SEO Online, Pakar SEO Media

Jika Sebuah Opini Publik Dijadikan Panglima

Sekedar tulisan santai dan mungkin tidak berbobot, tapi lebih baik ditulis mungkin ada yang menganggap berbobot, selamat membaca

Jika dicermati, sepertinya ada tiga fase —entah adagium, jargon, atau paradigma— politik yang relatif dominan mewarnai (peradaban) perjalanan bangsa ini sejak proklamasi kemerdekaan dulu. Pertama, ialah adagium: “Politik sebagai panglima.” Tak bisa dielak, hal tersebut bahkan berlangsung hingga 2 (dua) orde yakni orde lama dan orde baru, dimana tertandai dengan adanya lembaga ekstra yudisial semacam Koopkamtib, “Petrus,” termasuk berlakunya UU Subversif dan lain-lain.

Tatkala orde baru runtuh, dan orde reformasi bergulir, tak pelak bahwa adagium (politik) pun berganti judul menjadi “hukum sebagai panglima” yang ditandai dengan lahirnya KPK beserta ornamen-ornamen pendukung semacam ICW serta menjamurnya LSM antikorupsi.

Agaknya, meski era reformasi masih berlangsung, akan tetapi terdapat “gaduh kecenderungan” di masyarakat bahwa adagium atau jargon tadi telah bergeser. Ya. Tidak lagi mengapresiasi hukum sebagai panglima, namun berubah menjadi “opini publik sebagai panglima.” Hiduplah pada zamannya. Itulah ungkapan bijak yang layak untuk memotret realitas perubahan jargon dimaksud.

Dan ini pula, fakta sosial politik di negeri kita yang tidak bisa disangkal siapapun. Artinya, dengan sekali klik atau enter contohnya, pendapat siapapun akan di-like dan/atau di-share kemana-mana oleh warga lain terutama publik di dunia maya bila ‘kicauan’-nya mengandung substansi aspirasi publik, baik yang pro maupun kontra.

Tak dapat dipungkiri pula, bahwa public trust dan/atau bahkan ketidakpercayaan publik terhadap individu, kelompok, golongan bahkan pemerintah justru bermula dari bagaimana “mereka” merespon opini publik. Jargon inilah yang kini beroperasional secara masiv di ruang-ruang sosial politik.

Pakar SEO Indonesia : Pentingnya Mengontrol Jejak Digital

Di jaman seperti sekarang ini, hampir bisa dikatakan 80% manusia di muka bumi ini tidak lepas dari sebuah jaringan http yang hampir tiap jam , menit, dan detik di akses, jaringan http merupakan sebuah jaringan yang sering digunakan untuk menghubungkan manusia dengan dunia online, seperti hal nya media sosial dll.

Kondisi seperti saat ini Keberadaan internet tentu saja sudah tidak asing lagi bagi kita. Setiap hari kita beraktivitas dan berkomunikasi menggunakan internet. Internet sebagai salah satu media yang memberikan kita akses untuk dapat saling terhubung dengan banyak pihak. Internet mencakup beberapa aspek antara lain rumah tangga, pemerintahan, perekonomian, sosial, dan budaya.

Internet merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi yang memiliki tujuan untuk menghubungkan dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Di dunia yang serba canggih ini kehadiran internet sangat membantu manusia untuk saling terhubung satu sama lain. Manusia dapat saling berhubungan melalui suatu ruang yang disebut dunia maya. Dunia maya adalah tempat dimana manusia dapat saling terhubung melalui media internet.
Di dunia maya tentu saja berbeda dengan dunia nyata yang kita tinggali. Di dunia maya kita dapat melakukan berbagai hal yang tidak dapat kita lakukan di dunia nyata. Contohnya adalah berkomentar mengenai hal apa pun tanpa diketahui oleh orang lain (anonim). Kekurangan dari dunia maya tersebut dapat menjadi tempat untuk melakukan suatu tindak kejahatan seperti penipuan, peretasan data, cyberbullying, dan pornografi. Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan beberapa cara salah satunya adalah dengan mengontrol jejak digital.
Setiap pengguna internet pasti memiliki jejak digital. Jejak digital merupakan sebuah data yang berisikan informasi-informasi yang telah ditelusuri oleh pengguna internet. Adanya jejak digital ini membuat para pengguna dapat mengetahui apa saja yang telah mereka lakukan selama menggunakan internet. Tentu saja kehadiran jejak digital ini dapat menguntungkan para pengguna internet dengan merekam semua kegiatan yang dilakukan oleh pengguna. Namun, di sisi lain jejak digital juga dapat menjadi musuh dari penggunanya. Jika jejak digital kita jatuh ke pihak yang salah, hal tersebut akan merugikan kita sebagai pengguna intenet. Hal tersebut adalah pentingnya mengontrol aktivitas di dunia maya melalui efek jejak digital.
Mengontrol aktivitas di dunia maya merupakan hal yang perlu kita lakukan agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Salah satu cara mengontrol aktivitas di dunia maya adalah dengan mengontrol jejak digital kita sebaik mungkin. Ketika kita menelusuri sebuah laman atau web yang berisikan informasi positif maupun negatif akan terekam ke jejak digital kita. Selain itu, kata-kata yang kita ucapkan di dunia maya juga akan terekam dan menjadi jejak digital.
Oleh sebab itu, sebaiknya kita memikirkan terlebih dahulu apa yang akan kita lakukan dan katakan di dunia maya. Jika kita berkata kasar atau tidak senonoh di dunia maya, kemudian kita menghapus kata-kata tersebut hal tersebut akan tersimpan permanen dalam jejak digital kita. Maka dari itu, kita harus menjaga jejak digital kita supaya terhindar dari hal yang tidak kita inginkan.