slot77reseller smmKencang77 Heylinkhttps://www.zeverix.comsmm murahsmm indonesiaslot gacorslot onlineslot gacor hari inikencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiaKENCANG77kencang77kencang77 daftarkencang77 loginSlot gacorslot danaslot gacorslot deposit danaslot dana 5000kencang77slot gacorkencang77kencang77slot777slot777kencang77slot777slot gacorsitus slot gacorAnalisis Teknologi Digital Dalam Perkembangan Mahjong Ways 2 Melalui Pendekatan Data ModernEvaluasi Sistem Permainan Gates of Olympus Dengan Perspektif Komputasi dan Perilaku DigitalPeran Analitik Data Dalam Memahami Dinamika Permainan Pragmatic Play di Era Teknologi ModernEksplorasi Mekanisme Digital PG SOFT Melalui Pendekatan Probabilitas dan Sistem InformasiTransformasi Pengalaman Digital Sweet Bonanza Melalui Inovasi Teknologi dan Analisis InteraktifKecerdasan Data Membantu Memahami Perkembangan Ekosistem Permainan Digital Masa KiniPendekatan Komputasi Modern Dalam Menganalisis Pola Interaksi Pengguna Pada Platform DigitalEvolusi Teknologi Hiburan Digital Mengubah Cara Pengguna Mengenal Sistem Permainan ModernAnalitik Prediktif Menjadi Solusi Dalam Memahami Perilaku dan Tren Permainan DigitalInfrastruktur Data Terintegrasi Mendukung Perkembangan Industri Hiburan Digital Berbasis TeknologiAnalisis Pola Interaksi Pengguna Ekosistem Hiburan Digital CloudEvaluasi Sistem Rekomendasi Konten Machine Learning Big DataPeran Arsitektur Data Pengalaman Hiburan Interaktif ImmersifStudi Komparatif Algoritma Pengacakan Platform Digital Monte CarloOptimasi User Interface Retensi Pengguna Berbasis PerilakuPendekatan Analitik Prediktif Tren Hiburan Digital Masa DepanTransformasi Infrastruktur Teknologi Ekosistem Hiburan Digital Skala BesarKecerdasan Buatan Analisis Keputusan Pengguna Platform DigitalDigitalisasi Pengalaman Hiburan Sistem Adaptif Berbasis AIEvaluasi Keandalan Sistem RNG Platform Digital ModernPenggunaan Data Telemetri Pola Sesi Pengguna Platform DigitalArsitektur Microservices Skalabilitas Industri Hiburan Digital KontemporerAnalisis Sentimen Pengguna Fitur Interaktif Platform Hiburan DigitalPeran Enkripsi Keamanan Data Kepercayaan Pengguna DigitalPendekatan Data-Driven Optimasi Navigasi Pengalaman Pengguna DigitalEfektivitas Gamifikasi Meningkatkan Engagement Pengguna DigitalAnalisis Komparatif Efisiensi Algoritma Sistem Hiburan DigitalPeran Big Data Deteksi Pola Perilaku Pengguna Platform DigitalInovasi Blockchain Potensi Ekosistem Hiburan Digital Masa DepanPendekatan Sistem Dinamis Feedback Loop Pengguna Platform Digital

Blog

  • Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi , Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung

    Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik keluarga Roni Endwa Siahaya–Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (2/4/2026).

    Evakuasi dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung pada pukul 07.48 WIT. Guncangan yang terjadi cukup kuat tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.

    Akibat gempa tersebut, satu unit rumah milik warga dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan parah. Menindaklanjuti kejadian itu, personel Ditpolairud Polda Sulut segera turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

    Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan bantuan kepada keluarga terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif dan proses penanganan terus dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait.

     

     

  • Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi , Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung

    Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik keluarga Roni Endwa Siahaya–Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (2/4/2026).

    Evakuasi dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung pada pukul 07.48 WIT. Guncangan yang terjadi cukup kuat tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.

    Akibat gempa tersebut, satu unit rumah milik warga dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan parah. Menindaklanjuti kejadian itu, personel Ditpolairud Polda Sulut segera turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

    Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan bantuan kepada keluarga terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif dan proses penanganan terus dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait.

     

     

  • Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik keluarga Roni Endwa Siahaya–Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (2/4/2026).

    Evakuasi dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung pada pukul 07.48 WIT. Guncangan yang terjadi cukup kuat tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.

    Akibat gempa tersebut, satu unit rumah milik warga dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan parah. Menindaklanjuti kejadian itu, personel Ditpolairud Polda Sulut segera turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

    Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan bantuan kepada keluarga terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif dan proses penanganan terus dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait.

     

     

  • Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Rumah Warga Roboh Pasca Gempa M 7,6 di Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Lakukan Evakuasi

    Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik keluarga Roni Endwa Siahaya–Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (2/4/2026).

    Evakuasi dilakukan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung pada pukul 07.48 WIT. Guncangan yang terjadi cukup kuat tersebut dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Utara, khususnya di Kota Bitung.

    Akibat gempa tersebut, satu unit rumah milik warga dilaporkan roboh dan mengalami kerusakan parah. Menindaklanjuti kejadian itu, personel Ditpolairud Polda Sulut segera turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

    Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan bantuan kepada keluarga terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif dan proses penanganan terus dilakukan oleh aparat bersama instansi terkait.

     

     

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

     

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

     

    “Personel kami langsung melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah bentuk kesigapan Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

     

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

     

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

     

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

     

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

     

    “Personel kami langsung melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah bentuk kesigapan Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

     

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

     

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

     

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

     

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

     

    “Personel kami langsung melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah bentuk kesigapan Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

     

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

     

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

     

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

     

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

     

    “Personel kami langsung melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah bentuk kesigapan Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

     

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

     

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

     

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

     

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

     

    “Personel kami langsung melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah bentuk kesigapan Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

     

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

     

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.

     

  • Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Material Rumah Warga Roboh Pasca Gempa

    Personil Ditpolairud Polda Sulut diterjunkan untuk melaksanakan evakuasi rumah warga yang roboh milik dari Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut,

    Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung Kamis, 02 April 2026, sekitar pukul 07. 48 WIT.

    Gempa yang terjadi pada pukul 07.48  ini sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat. Sulawesi Utara, khususnya di kota bitung

    Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 skala richter terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

    Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara.

    Guncanggan tersebut merobohkan salah satu bangun milik Keluarga Roni Endwa Siahaya – Kombohi tepatnya di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Prov. Sulut, Kamis (02/04/2026)

     

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Personil Ditpolairud Polda Sulut bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi material bangunan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di dalam reruntuhan.

    Setibanya di lokasi, personel Ditpolairud Polda Sulut  langsung melakukan sterilisasi area dan pengamanan lokasi agar proses dapat berjalan aman.

    Tim kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktural sisa bangunan, serta membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

    Setelah itu, Dirpolairud Polda Sulut Kombel Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H.,M.H menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal demi keselamatan warga.

     

    “Personel kami langsung melakukan tindakan cepat untuk mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah bentuk kesigapan Ditpolairud Polda Sulut dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

     

    Hingga saat ini, situasi di wilayah Kota bitung berangsur stabil. personil Ditpolairud Polda Sulut  tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan serta membantu warga yang masih membutuhkan pendampingan maupun bantuan lanjutan,” Pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

    Sementara itu, Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami, Rahmat Triyono, memastikan BMKG akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik (sebaran kerusakan) dan mikroseismik (gempa susulan). Di sisi lain, BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate dalam upaya pengumpulan data.

    Seluruh UPT BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau potensi gempa susulan serta dampak kerusakannya,” terang Rahmat.

     

    Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini menimbulkan dampak kerusakan bangunan di beberapa titik, seperti di gedung KONI Sario Manado, Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua Kota Ternate yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

     

    “BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” pungkas Faisal.

     

    Sejalan dengan itu, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan keselamatan dan keamanan bangunan sebelum kembali beraktivitas.

    Kami mengimbau kepada masyarakat di daerah terdampak untuk melakukan pemeriksaan struktur bangunan sebelum memasuki rumah atau gedung. Apabila masih terdapat kerusakan atau retakan-retakan, perlu menjadi perhatian dan tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” tutur Fachri.