Blog

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia—sebuah momentum global untuk kembali menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Tahun 2025 ini, semangat itu kembali disuarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., melalui pesan sederhana namun sarat makna:

    “Berani jujur itu hebat. Mari mulai dari diri sendiri untuk masa depan yang bersih.”

    Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan budaya. Ia dimulai dari hal-hal kecil—ketidakjujuran, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan mengabaikan integritas. Karena itu, perubahan besar selalu lahir dari langkah kecil yang dimulai oleh setiap individu.

    Membangun Integritas dari Diri Sendiri

    Integritas merupakan pondasi dari masyarakat yang maju. Berani berkata jujur meski tidak mudah, menolak gratifikasi, menggunakan jabatan secara bertanggung jawab, dan bersikap transparan dalam setiap tindakan adalah bentuk nyata dari nilai antikorupsi.

    Setiap orang memiliki peran. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga birokrasi pemerintahan—semua dapat menjadi agen perubahan.

    Peran Polri dalam Mendorong Budaya Antikorupsi
    Sebagai garda terdepan penegakan hukum, Polri terus memperkuat komitmen menghadirkan institusi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. Melalui berbagai program, pengawasan internal, serta penegakan hukum yang tegas dan transparan, upaya pemberantasan korupsi dilakukan dengan konsisten.

    Polda Metro Jaya khususnya, terus mendorong jajaran serta masyarakat untuk memegang teguh nilai kejujuran dan menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk menjaga integritas di setiap lini kehidupan.

    Hari Antikorupsi bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa Indonesia membutuhkan generasi-generasi yang berani jujur, tidak tergoda oleh jalan pintas, dan mau menjaga amanah.

    Langkah kecil kita hari ini adalah pondasi bagi masa depan bangsa yang lebih bersih, maju, dan bermartabat.

    Selamat Hari Antikorupsi Sedunia 2025!

    Mari wujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi, dimulai dari kita sendiri.

     

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia—sebuah momentum global untuk kembali menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Tahun 2025 ini, semangat itu kembali disuarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., melalui pesan sederhana namun sarat makna:

    “Berani jujur itu hebat. Mari mulai dari diri sendiri untuk masa depan yang bersih.”

    Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan budaya. Ia dimulai dari hal-hal kecil—ketidakjujuran, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan mengabaikan integritas. Karena itu, perubahan besar selalu lahir dari langkah kecil yang dimulai oleh setiap individu.

    Membangun Integritas dari Diri Sendiri

    Integritas merupakan pondasi dari masyarakat yang maju. Berani berkata jujur meski tidak mudah, menolak gratifikasi, menggunakan jabatan secara bertanggung jawab, dan bersikap transparan dalam setiap tindakan adalah bentuk nyata dari nilai antikorupsi.

    Setiap orang memiliki peran. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga birokrasi pemerintahan—semua dapat menjadi agen perubahan.

    Peran Polri dalam Mendorong Budaya Antikorupsi
    Sebagai garda terdepan penegakan hukum, Polri terus memperkuat komitmen menghadirkan institusi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. Melalui berbagai program, pengawasan internal, serta penegakan hukum yang tegas dan transparan, upaya pemberantasan korupsi dilakukan dengan konsisten.

    Polda Metro Jaya khususnya, terus mendorong jajaran serta masyarakat untuk memegang teguh nilai kejujuran dan menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk menjaga integritas di setiap lini kehidupan.

    Hari Antikorupsi bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa Indonesia membutuhkan generasi-generasi yang berani jujur, tidak tergoda oleh jalan pintas, dan mau menjaga amanah.

    Langkah kecil kita hari ini adalah pondasi bagi masa depan bangsa yang lebih bersih, maju, dan bermartabat.

    Selamat Hari Antikorupsi Sedunia 2025!

    Mari wujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi, dimulai dari kita sendiri.

     

  • BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)
    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)

    Rakyat Merdeka – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI memastikan, dengan adanya upaya penipuan oleh oknum yang menyebarkan berita hoaks terkait informasi pencairan dana hibah yang bersumber dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih(SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 10 triliun yang ditempatkan di BSI.

    “Dana SAL merupakan dana milik pemerintah Republik Indonesia yang ditempatkan di bank Pemerintah termasuk BSI, sesuai ketentuan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara, dalam rangka pengelolaan kelebihan dan kekurangan kas untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar dalam Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

    Wisnu menegaskan, penempatan dana serta penyaluran pembiayaan yang bersumber dari dana SAL tersebut tunduk pada ketentuan khusus yang diatur di dalam KMK, serta tetap memperhatikan prinsip good corporate governance serta kehati-hatian.

    “Sekaligus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap memiliki performa yang baik untuk menjaga kepentigan seluruh stakeholders,” ujar Wisnu.

    BSI Bersama Polda Metro Jaya menegaskan bahwa untuk pentingnya menjaga data pribadi dan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas aksi upaya penipuan yang mengatasnamakan BSI atau pihak lain.

    Hal ini seiring dengan maraknya banyak penipuan yang terjadi. Seperti phising social engineering, penipuan melalui pesan singkat, whatsapp, telepon, hingga media sosial.

    Secara berkala, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.berperan aktif mengedukasi waspada penipuan kepada nasabah sebagai bentuk komitmen dukungan perusahaan untuk menjaga nasabah.

    Di antaranya melalui Whatsapp resmi Bank Syariah Indonesia 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook:Bank Syariah Indonesia|Instagram:@banksyariahindonesia;|Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.

    Sementara itu, Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas segala bentuk informasi yang mencurigakan. Termasuk sesuai dengan yang disampaikan BSI bahwa ajakan tersebut adalah tidak benar dan tidak resmi dikeluarkan dari institusi manapun.

    Baca juga : Polda Metro Jaya dan FWP Gandeng PWI Jaya Gelar UKW

    “Kami Polda Metro Jaya siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam,” pungkasnya.

  • BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)
    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)

    Rakyat Merdeka – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI memastikan, dengan adanya upaya penipuan oleh oknum yang menyebarkan berita hoaks terkait informasi pencairan dana hibah yang bersumber dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih(SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 10 triliun yang ditempatkan di BSI.

    “Dana SAL merupakan dana milik pemerintah Republik Indonesia yang ditempatkan di bank Pemerintah termasuk BSI, sesuai ketentuan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara, dalam rangka pengelolaan kelebihan dan kekurangan kas untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar dalam Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

    Wisnu menegaskan, penempatan dana serta penyaluran pembiayaan yang bersumber dari dana SAL tersebut tunduk pada ketentuan khusus yang diatur di dalam KMK, serta tetap memperhatikan prinsip good corporate governance serta kehati-hatian.

    “Sekaligus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap memiliki performa yang baik untuk menjaga kepentigan seluruh stakeholders,” ujar Wisnu.

    BSI Bersama Polda Metro Jaya menegaskan bahwa untuk pentingnya menjaga data pribadi dan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas aksi upaya penipuan yang mengatasnamakan BSI atau pihak lain.

    Hal ini seiring dengan maraknya banyak penipuan yang terjadi. Seperti phising social engineering, penipuan melalui pesan singkat, whatsapp, telepon, hingga media sosial.

    Secara berkala, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.berperan aktif mengedukasi waspada penipuan kepada nasabah sebagai bentuk komitmen dukungan perusahaan untuk menjaga nasabah.

    Di antaranya melalui Whatsapp resmi Bank Syariah Indonesia 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook:Bank Syariah Indonesia|Instagram:@banksyariahindonesia;|Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.

    Sementara itu, Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas segala bentuk informasi yang mencurigakan. Termasuk sesuai dengan yang disampaikan BSI bahwa ajakan tersebut adalah tidak benar dan tidak resmi dikeluarkan dari institusi manapun.

    Baca juga : Polda Metro Jaya dan FWP Gandeng PWI Jaya Gelar UKW

    “Kami Polda Metro Jaya siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam,” pungkasnya.

  • BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)
    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)

    Rakyat Merdeka – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI memastikan, dengan adanya upaya penipuan oleh oknum yang menyebarkan berita hoaks terkait informasi pencairan dana hibah yang bersumber dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih(SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 10 triliun yang ditempatkan di BSI.

    “Dana SAL merupakan dana milik pemerintah Republik Indonesia yang ditempatkan di bank Pemerintah termasuk BSI, sesuai ketentuan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara, dalam rangka pengelolaan kelebihan dan kekurangan kas untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar dalam Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

    Wisnu menegaskan, penempatan dana serta penyaluran pembiayaan yang bersumber dari dana SAL tersebut tunduk pada ketentuan khusus yang diatur di dalam KMK, serta tetap memperhatikan prinsip good corporate governance serta kehati-hatian.

    “Sekaligus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap memiliki performa yang baik untuk menjaga kepentigan seluruh stakeholders,” ujar Wisnu.

    BSI Bersama Polda Metro Jaya menegaskan bahwa untuk pentingnya menjaga data pribadi dan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas aksi upaya penipuan yang mengatasnamakan BSI atau pihak lain.

    Hal ini seiring dengan maraknya banyak penipuan yang terjadi. Seperti phising social engineering, penipuan melalui pesan singkat, whatsapp, telepon, hingga media sosial.

    Secara berkala, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.berperan aktif mengedukasi waspada penipuan kepada nasabah sebagai bentuk komitmen dukungan perusahaan untuk menjaga nasabah.

    Di antaranya melalui Whatsapp resmi Bank Syariah Indonesia 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook:Bank Syariah Indonesia|Instagram:@banksyariahindonesia;|Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.

    Sementara itu, Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas segala bentuk informasi yang mencurigakan. Termasuk sesuai dengan yang disampaikan BSI bahwa ajakan tersebut adalah tidak benar dan tidak resmi dikeluarkan dari institusi manapun.

    Baca juga : Polda Metro Jaya dan FWP Gandeng PWI Jaya Gelar UKW

    “Kami Polda Metro Jaya siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam,” pungkasnya.

  • Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Polda Metro Jaya kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang tengah beredar luas di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah berita palsu terkait pencairan dana hibah Bank BSI, yang menyebutkan bahwa Bank Syariah Indonesia mengundang masyarakat untuk mengambil dana hibah dalam jumlah tertentu. Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi dengan pihak terkait, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang berpotensi menipu masyarakat.

    Pihak Bank BSI telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan undangan pencairan dana hibah melalui pesan berantai atau mekanisme apa pun. Pesan yang beredar tersebut merupakan bagian dari modus penipuan yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan iming-iming bantuan uang. Modus ini sering kali disertai permintaan data pribadi, pembayaran biaya administrasi palsu, atau tautan berbahaya yang dapat mencuri informasi komersial dan pribadi. Dengan tampilan pesan yang dibuat seolah resmi, tidak sedikit yang berpotensi terjebak jika tidak berhati-hati.

    Melihat tren penipuan digital yang semakin canggih, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi keuangan yang diterima. Setiap informasi mengenai bantuan, pencairan dana, atau program lembaga resmi harus diverifikasi melalui kanal resmi seperti situs web, call center, atau kantor layanan terdekat. Dengan bersikap kritis dan cermat, masyarakat dapat mencegah diri dan orang lain menjadi korban kejahatan siber.

    Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan, menerima pesan yang mencurigakan, atau menemukan tautan yang berpotensi merugikan, segera lakukan dokumentasi dan laporkan kepada kepolisian. Polda Metro Jaya menyediakan Layanan Polisi 110 yang dapat dihubungi kapan saja untuk memberikan informasi, pengaduan, ataupun bantuan terkait keamanan.

    Ingatlah pesan penting yang berguna dalam menghadapi maraknya hoaks: “Simpan aja dulu, siapa tahu butuh.”
    Simpan informasi, verifikasi kebenarannya, dan pastikan Anda tidak ikut menyebarkan kabar palsu yang bisa menimbulkan keresahan.

    Polda Metro Jaya tetap berkomitmen mengedepankan pelayanan yang presisi dan humanis dalam menjaga keamanan informasi di tengah masyarakat. Mari bersama-sama mencegah penyebaran hoaks, menghentikan penipuan, dan mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan terpercaya.

    #kapoldametrojaya
    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

     

  • Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Polda Metro Jaya kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang tengah beredar luas di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah berita palsu terkait pencairan dana hibah Bank BSI, yang menyebutkan bahwa Bank Syariah Indonesia mengundang masyarakat untuk mengambil dana hibah dalam jumlah tertentu. Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi dengan pihak terkait, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang berpotensi menipu masyarakat.

    Pihak Bank BSI telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan undangan pencairan dana hibah melalui pesan berantai atau mekanisme apa pun. Pesan yang beredar tersebut merupakan bagian dari modus penipuan yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan iming-iming bantuan uang. Modus ini sering kali disertai permintaan data pribadi, pembayaran biaya administrasi palsu, atau tautan berbahaya yang dapat mencuri informasi komersial dan pribadi. Dengan tampilan pesan yang dibuat seolah resmi, tidak sedikit yang berpotensi terjebak jika tidak berhati-hati.

    Melihat tren penipuan digital yang semakin canggih, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi keuangan yang diterima. Setiap informasi mengenai bantuan, pencairan dana, atau program lembaga resmi harus diverifikasi melalui kanal resmi seperti situs web, call center, atau kantor layanan terdekat. Dengan bersikap kritis dan cermat, masyarakat dapat mencegah diri dan orang lain menjadi korban kejahatan siber.

    Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan, menerima pesan yang mencurigakan, atau menemukan tautan yang berpotensi merugikan, segera lakukan dokumentasi dan laporkan kepada kepolisian. Polda Metro Jaya menyediakan Layanan Polisi 110 yang dapat dihubungi kapan saja untuk memberikan informasi, pengaduan, ataupun bantuan terkait keamanan.

    Ingatlah pesan penting yang berguna dalam menghadapi maraknya hoaks: “Simpan aja dulu, siapa tahu butuh.”
    Simpan informasi, verifikasi kebenarannya, dan pastikan Anda tidak ikut menyebarkan kabar palsu yang bisa menimbulkan keresahan.

    Polda Metro Jaya tetap berkomitmen mengedepankan pelayanan yang presisi dan humanis dalam menjaga keamanan informasi di tengah masyarakat. Mari bersama-sama mencegah penyebaran hoaks, menghentikan penipuan, dan mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan terpercaya.

    #kapoldametrojaya
    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

     

  • Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah : Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital dan

    Polda Metro Jaya kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang tengah beredar luas di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah berita palsu terkait pencairan dana hibah Bank BSI, yang menyebutkan bahwa Bank Syariah Indonesia mengundang masyarakat untuk mengambil dana hibah dalam jumlah tertentu. Setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi dengan pihak terkait, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang berpotensi menipu masyarakat.

    Pihak Bank BSI telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan undangan pencairan dana hibah melalui pesan berantai atau mekanisme apa pun. Pesan yang beredar tersebut merupakan bagian dari modus penipuan yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan iming-iming bantuan uang. Modus ini sering kali disertai permintaan data pribadi, pembayaran biaya administrasi palsu, atau tautan berbahaya yang dapat mencuri informasi komersial dan pribadi. Dengan tampilan pesan yang dibuat seolah resmi, tidak sedikit yang berpotensi terjebak jika tidak berhati-hati.

    Melihat tren penipuan digital yang semakin canggih, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi keuangan yang diterima. Setiap informasi mengenai bantuan, pencairan dana, atau program lembaga resmi harus diverifikasi melalui kanal resmi seperti situs web, call center, atau kantor layanan terdekat. Dengan bersikap kritis dan cermat, masyarakat dapat mencegah diri dan orang lain menjadi korban kejahatan siber.

    Apabila masyarakat menemukan indikasi penipuan, menerima pesan yang mencurigakan, atau menemukan tautan yang berpotensi merugikan, segera lakukan dokumentasi dan laporkan kepada kepolisian. Polda Metro Jaya menyediakan Layanan Polisi 110 yang dapat dihubungi kapan saja untuk memberikan informasi, pengaduan, ataupun bantuan terkait keamanan.

    Ingatlah pesan penting yang berguna dalam menghadapi maraknya hoaks: “Simpan aja dulu, siapa tahu butuh.”
    Simpan informasi, verifikasi kebenarannya, dan pastikan Anda tidak ikut menyebarkan kabar palsu yang bisa menimbulkan keresahan.

    Polda Metro Jaya tetap berkomitmen mengedepankan pelayanan yang presisi dan humanis dalam menjaga keamanan informasi di tengah masyarakat. Mari bersama-sama mencegah penyebaran hoaks, menghentikan penipuan, dan mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, dan terpercaya.

    #kapoldametrojaya
    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

     

  • Polri Dirikan Media Center Bantuan Kemanusiaan di Bandara Soetta

    Polri Dirikan Media Center Bantuan Kemanusiaan di Bandara Soetta

    Jakarta – Polri bergerak cepat membantu warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mulai Selasa (9/12/2025) hari ini, Polresta Bandara Soekarno-Hatta resmi ditetapkan sebagai Media Center pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Media Center ditempatkan di area SPKT Polresta Bandara Soetta. Tepatnya di lantai 2 Ruang Media Center yang telah dilengkapi fasilitas pendukung peliputan dan koordinasi agar informasi penyaluran bantuan kemanusiaan tersampaikan secara cepat dan akurat kepada publik.

    “Polri hadir untuk masyarakat. Penyaluran bantuan kemanusiaan harus cepat, tepat, dan akurat agar warga terdampak segera mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” kata Budi Hermanto dalam keteranganya Selasa (09/12/25).

    Ia juga menegaskan Polri akan terus tanggap dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan. Meski fokus pada bantuan kemanusiaan, Polri tetap konsisten dalam penegakan hukum demi memastikan proses distribusi berlangsung aman tanpa adanya potensi penyelewengan dari pihak tidak bertanggung jawab.

    Polri juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi apabila melihat hambatan dalam penyaluran bantuan. “Silakan hubungi Call Center Polri 110 gratis selama 24 jam, kami siap membantu, Layanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan publik yang humanis dan mudah diakses”. ujarnya.

  • Polri Dirikan Media Center Bantuan Kemanusiaan di Bandara Soetta

    Polri Dirikan Media Center Bantuan Kemanusiaan di Bandara Soetta

    Jakarta – Polri bergerak cepat membantu warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mulai Selasa (9/12/2025) hari ini, Polresta Bandara Soekarno-Hatta resmi ditetapkan sebagai Media Center pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Media Center ditempatkan di area SPKT Polresta Bandara Soetta. Tepatnya di lantai 2 Ruang Media Center yang telah dilengkapi fasilitas pendukung peliputan dan koordinasi agar informasi penyaluran bantuan kemanusiaan tersampaikan secara cepat dan akurat kepada publik.

    “Polri hadir untuk masyarakat. Penyaluran bantuan kemanusiaan harus cepat, tepat, dan akurat agar warga terdampak segera mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” kata Budi Hermanto dalam keteranganya Selasa (09/12/25).

    Ia juga menegaskan Polri akan terus tanggap dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan. Meski fokus pada bantuan kemanusiaan, Polri tetap konsisten dalam penegakan hukum demi memastikan proses distribusi berlangsung aman tanpa adanya potensi penyelewengan dari pihak tidak bertanggung jawab.

    Polri juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi apabila melihat hambatan dalam penyaluran bantuan. “Silakan hubungi Call Center Polri 110 gratis selama 24 jam, kami siap membantu, Layanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan publik yang humanis dan mudah diakses”. ujarnya.