AKBP Wimboko, SIK Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Bondowoso, Dirawat di RS Koesnadi

AKBP Wimboko, SIK Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Bondowoso, Dirawat di RS Koesnadi

Bondowoso, Jadwal pertandingan malam disebut menjadi salah satu persoalan yang layak mendapat perhatian di balik terjadinya tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Liga 1 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Persebaya Surabaya rampung digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Setelah pertandingan tuntas dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu, sejumlah oknum suporter Arema FC dilaporkan turun ke lapangan. Para oknum suporter Arema FC turun ke lapangan karena tidak puas dengan hasil pertandingan.

Dalam kerusuhan tersebut banyak memakan korban jiwa dan mencapai ratusan akibat Tragedi di Stadion Kanjuruhan. Korban tidak hanya dari Kota Malang, tetapi juga banyak yang dari luar kota Malang.

Salah satunya Korban yang berasal dari Kabupaten Bondowoso yang saat ini sedang dirawat di RS Koesnadi Bondowoso. Korban tersebut atas Nama Muhammad Fahmi Nur Amrizal (18) yang masih berstatus Mahasiswa di Poltek Malang.

Korban Muhammad Farhan Nurillah yang beralamatkan di Jalan Brigpol Sudarlan PBI Blok D 10 Kelurahan Nangkaan Kecamatan Bondowoso Kabupaten Bondowoso yang pada saat itu Korban juga ikut menonton pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya di Kota Malang.

Menyikapi hal ini, orang Nomer Satu dijajaran Mapolres Bondowoso turun langsung dan menjenguk saudara Muhammad Farhan Nurillah yang ikut menjadi korban Tragedi Stadion Kanjuruhan. Senin 03/10 2022.

“Kami bersama jajaran Polres Bondowoso menjenguk saudara Muhammad Fahmi Nur Amrizal yang sedang dirawat di RS Koesnadi Bondowoso.

Korban Muhammad Fahmi Nur Amrizal mengalami luka memar di paha kanan, perut dan sakit di rusuk.

” Semoga saudara Muhammad Fahmi Nur Amrizal segera pulih kembali dan bisa melaksanakan aktifitasnya seperti biasa, serta kami selaku Instansi Polri juga mengucapkan berbela sungkawa atas meninggalnya para korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, semoga ini semua bisa menjadi pelajaran penting untuk kita semua, serta di kemudian hari tidak akan terulang lagi kejadian seperti sekarang ini, “pungkas Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK.

Polres Bondowoso bersama Bonek dan Aremania bersatu bersama mendoakan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

Polres Bondowoso bersama Bonek dan Aremania bersatu bersama mendoakan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

Berita Polisi Bondowoso, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK Pimpin Doa Bersama Atas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada hari Sabtu 01/10 2022 kemarin di Stadion Kanjuruhan Malang. Kegiatan Doa bersama ini dilaksanakan oleh Polres Bondowoso pada hari Selasa 03/10 2022 sekitar pukul 15.30 Wib.

Dalam keterangan Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK menerangkan, “Kita semua sangat prihatin dan turut berduka cita yang sedalam dalamnya. Atas musibah sekaligus bencana dimana tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter, dimana para korban juga banyak yang berasal dari luar kota Malang, “jelas Kapolres Bondowoso.

“Kami jajaran Polres Bondowoso dan masyarakat merasa ikut prihatin atas tragedi tersebut, dalam kesempatan ini kami mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam dalamnya kepada keluarga korban dan mendoakan korban meninggal dalam peristiwa tersebut,” kata Kapolres Bondowoso AKBP. Wimboko.

Lanjut orang nomer satu dijajaran Mapolres Bondowoso, “Seperti diketahui laga pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (01/10/2022) di warnai kerusuhan suporter yang menewaskan ratusan orang suporter Arema termasuk 2 anggota Polisi yang bertugas saat kejadian,” jelas Kapolres Bondowoso.

“Semoga tragedi ini tidak akan terulang kembali dan mari kita bersama-sama saling menjaga diri. Untuk tidak terpancing yang berakibat merugikan diri kita bahkan orang lain,”pungkas Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK.

Bonek dan Aremania Bersatu Daoakan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Di Polres Bondowoso

Polres Bondowoso bersama Bonek dan Aremania bersatu bersama mendoakan Korban Tragedi Kanjuruhan Malang

Berita Polisi Bondowoso, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK Pimpin Doa Bersama Atas Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada hari Sabtu 01/10 2022 kemarin di Stadion Kanjuruhan Malang. Kegiatan Doa bersama ini dilaksanakan oleh Polres Bondowoso pada hari Selasa 03/10 2022 sekitar pukul 15.30 Wib.

Dalam keterangan Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK menerangkan, “Kita semua sangat prihatin dan turut berduka cita yang sedalam dalamnya. Atas musibah sekaligus bencana dimana tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter, dimana para korban juga banyak yang berasal dari luar kota Malang, “jelas Kapolres Bondowoso.

“Kami jajaran Polres Bondowoso dan masyarakat merasa ikut prihatin atas tragedi tersebut, dalam kesempatan ini kami mengucapkan turut berbela sungkawa sedalam dalamnya kepada keluarga korban dan mendoakan korban meninggal dalam peristiwa tersebut,” kata Kapolres Bondowoso AKBP. Wimboko.

Lanjut orang nomer satu dijajaran Mapolres Bondowoso, “Seperti diketahui laga pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (01/10/2022) di warnai kerusuhan suporter yang menewaskan ratusan orang suporter Arema termasuk 2 anggota Polisi yang bertugas saat kejadian,” jelas Kapolres Bondowoso.

“Semoga tragedi ini tidak akan terulang kembali dan mari kita bersama-sama saling menjaga diri. Untuk tidak terpancing yang berakibat merugikan diri kita bahkan orang lain,”pungkas Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, SIK.

Menko Polhukam Mahfud MD Ungkap Alasan Polisi Gunakan Gas Air Mata

 


Berita Sepak Bola — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membeberkan alasan polisi membeberkan gas air mata ke arah penonton di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).
Mengingat gas air mata tidak boleh digunakan untuk meredam massa di dalam pertandingan sepak bola seperti diatur dalam ketentuan FIFA pada Bab III dan pasal 19 soal Steward di pinggir lapangan.

Menurut Mahfud, penggunaan gas air mata pada pertandingan tersebut semata-mata karena penonton mengejar pemain sepak bola.
Ia menyebut sekitar 2.000 orang turun untuk mengejar para pemain, baik dariArema FC maupun Persebaya. Oleh sebab itu, polisi menembakkan gas air mata agar situasi kembali kondusif.

“Ada yang mengejar Arema karena merasa kok kalah. Ada yang kejar Persebaya. Sudah dievakuasi ke tempat aman. Semakin lama semakin banyak, kalau tidak pakai gas air mata aparat kewalahan, akhirnya disemprotkan,” kata Mahfud kepada CNN Indonesia TV, Minggu (2/9).

Mahfud menuturkan tindakan aparat di Malang tersebut akan menjadi evaluasi ke depan. Ia juga berjanji bakal mencari tahu peristiwa di balik tragedi Kanjuruhan ini.

“Yang jangka panjang, kita evaluasi dalam peristiwa ini, sesungguhnya di balik ini ada apa,” ucap dia.

Di sisi lain, Mahfud mengatakan biaya yang dibutuhkan untuk perawatan korban dan kebutuhan lainnya akan ditanggung oleh pemerintah daerah Malang.

“Biaya-biaya yang dibutuhkan untuk perawatan dan penyelesaian masalah korban akan ditanggung Pemda Kabupaten Malang,” katanya.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan usai suporter Arema memasuki lapangan karena kecewa timnya kalah melawan Persebaya. Mereka menerobos masuk untuk menyampaikan langsung kekecewaannya kepada pemain dan ofisial.

Namun, aksi itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata. Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton sehingga membuat suporter panik.

Akibatnya, massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar. Banyak penonton yang sesak nafas dan terinjak-injak. Setidaknya lebih dari seratus orang dilaporkan tewas akibat kerusuhan tersebut.

Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisiBeritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi Beritapolisi  Berita polisi

Kunjungi Korban Tragedi Kerusuhan Di Kanjuruhan Kapolri Janji Usut Tuntas

Kunjungi Korban Tragedi Kerusuhan Di Kanjuruhan Kapolri Janji Usut Tuntas

Berita Polisi  – Kejadian kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan menyisakan duka mendalam, juga menjadi perhatian Nasional.  Kedatangan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), Mochammad Iriawan, serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit, ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Ahad (2/10), ditujukan untuk melakukan investigasi mendalam usai kerusuhan di akhir pertandingan antara Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

Kapolri menyatakan bahwa pengusutan akan segera dilakukan. “Kami akan melaksanakan pengusutan terkait dengan proses penyelenggaraan dan pengamanan, sekaligus juga tentunya melakukan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Ahad (2/10).

Listyo mengatakan bahwa tim dari Mabes Polri turut menyertai kedatangannya ke Malang, meliputi Bareskrim, Propam, Inavis, hingga Puslapor. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal pendalaman investigasi yang dilakukan.

Saat ini, Listyo menjabarkan bahwa tim sudah mulai bekerja dengan memastikan identitas korban meninggal. Data terakhir dari Listyo menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal sejumlah 125 orang. “Data terakhir yang meninggal 129, saat ini jumlahnya 125 orang karena terdapat (identifikasi) ganda,” ucapnya.

Langkah lanjutan juga diambil pihak kepolisian yaitu tim penyidik untuk melakukan pendalaman lebih lanjut dengan melakukan pengumpulan data di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Salah satu caranya yaitu melalui CCTV untuk mengetahui secara lengkap terkait suasana di saat kejadian.

Selain itu, Listyo menerangkan bahwa tim penyidik akan mendalami terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tahapan yang telah dilakukan oleh tim pengamanan saat pelaksanan pertandingan.

Ia juga mengatakan bahwa proses penyelenggaraan kemanan yang nanti diputuskan, akan menjadi acuan proses pengamanan ke depan.

Listyo menegaskan bahwa pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini. Dalam prosesnya, perkembangan akan terus disampaikan ke publik selama masa investigasi berjalan.

“Semuanya akan kita selami. Ini akan diinvestigasi secara tuntas baik dari penyelenggara, keamanan, dan tentunya pihak kita perlu melakukan pemeriksaan untuk menuntaskan dan memberi gambaran terkait peristiwa yang terjadi, dan tentunya siapa yang bertanggungjawab,” jelasnya.

Faiqotul Hikmah, Wanita Fans Arema FC ini Ditemukan Meninggal Dalam Stadiun

Faiqotul Hikmah, Wanita Fans Arema FC ini Ditemukan Meninggal Dalam Stadiun

Kedatangan jenazah korban kerusuhan pascapertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang diwarnai tangis histeris keluarga. Jenazah Faiqotul Hikmah, 22 tahun, warga Pakem Kecamatan Sumbersari Jember dibawa menggunakan mobil ambulans. Jenazah yang datang pada Minggu (2/10/2022) siang ini langsung disambut tangisan keluarga. Wanita yang bekerja di pabrik pengemasan edamame ini adalah fans berat Arema FC. Menurut Nur Lela, kakak korban, almarhumah berangkat ke Malang bersama 14 orang teman-temannya. “Mereka rombongan menggunakan sepeda motor,” kata Nurlela saat ditemui di rumah duka. Sebulan lalu, lanjut, Lela, korban juga berangkat ke Malang untuk menyaksikan klub kesayangannya bertanding.

Korban adalah anak kelima atau ragil. Nurlela mengaku adiknya tersebut humoris. Dan saat berangkat ke Malang, dalam kondisi libur kerja. Korban berangkat bersama Abdul Muqit, temannya warga wirowongso Jenggawah. Muqit mengaku sempat hilang kontak dengan korban. Karena korban memiliki tiket, sementara Muqit tidak. “Saya di luar stadion karena belum punya tiket. Tapi korban udah di dalam stadion,” kata Muqit. Saat mencari korban itulah, Muqit bertemu temannya yang lain dan memberi kabar jika korban ditemukan di dalam gedung namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa.  “Korban posisi dalam gedung stadion dan sudah ditutupi kain putih. Seperti mukenah,” jelas Muqit.

Selain Faiqotul Hikmah, ada korban meninggal dunia lainnya dari Jember. Yaitu Noval putra 19 tahun warga Jalan Mahoni Wirolegi Sumbersari Jember.

Begini Kronologi Penyebab Terjadinya Kerusuhan Pada Laga Arema FC Vs Persebaya

KRONOLOGI penyebab 127 orang meninggal dunia dalam kerusuhan kelar laga Arema FC vs Persebaya Surabaya akan dibahas dalam artikel ini. Kerusuhan pecah tak lama setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, yang mana Persebaya Surabaya menang 3-2 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB.

Lantas, apa penyebab banyaknya orang yang meninggal dunia? Hal ini terjadi akibat pecahnya kerusuhan seusai lontaran gas air mata ditembakkan untuk menghalau ribuan Aremania yang ingin merangsek ke lapangan.

“Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Karena itu, pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan,” ucap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat berada di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).

Nico menyebutkan, saat itu timnya mencoba memberikan imbauan dengan cara persuasif. Namun, cara itu tak berhasil. Alhasil, massa kian beringas menyerang dan merusak mobil kepolisian.

“Upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata, karena sudah merusak mobil (polisi) dan akhirnya gas air mata disemprotkan,” tuturnya kembali.

Dari sanalah akhirnya ribuan Aremania yang masih berada di tribun panik dan mencari pintu keluar. Puncaknya ketika mereka berebut menuju pintu 10 dan 12 sehingga terjadi penumpukan dan terjadi tragedi ratusan orang meninggal dunia.

“Dari 40.000 penonton yang hadir, kurang lebih tidak semuanya anarkis tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas,” kata dia.

Akibatnya ada 127 orang tewas, 34 di antaranya meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit. Sementara itu, 94 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Saat ini total ada 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

“Masih ada 180 orang yang masih dalam proses perawatan. Tadi beliau (Bupati Malang) melakukan pengecekan langsung oleh kami, dan terkait dengan upaya-upaya penyembuhan pada yang sedang dirawat,” tukasnya.

Kelar laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, PSSI langsung membentuk tim investigasi. Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi menghentikan Liga 1 2022-2023 hingga sepekan ke depan

127 Orang Meninggal dalam Kerusuhan Arema FC vs Persebaya, Dua Anggota Polisi

Total ada 127 orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang. Data ini dikonfirmasi oleh kepolisian yang dihimpun dari beberapa rumah sakit yang menjadi tujuan jenazah.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta memastikan ada 127 orang yang meninggal dunia karena kerusuhan di pertandingan Sabtu malam (1/10/2022). Korban tersebut berasal dari Aremania dan petugas kepolisian yang tengah bertugas.

“Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua diantaranya anggota Polri, dan 125 yang meninggal di stadion ada 34 (orang)” ucap Nico Afinta saat memberikan keterangannya di Mapolres Malang pada Minggu pagi (2/10/2022).

Korban yang meninggal di rumah sakit mayoritas nyawanya tak tertolong karena sudah dalam kondisi memburuk setelah kerusuhan yang terjadi. Mereka mayoritas menjalani sesak napas dan terjadi penumpukan sehingga terinjak – injak karena panik

“Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau enggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion,” paparnya.

Dari sanalah akhirnya para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat mulai RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Kanjuruhan, hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit di Kota Malang.

Aremania Ngamuk di Stadion Kanjuruhan, Supporter Masuk Lapangan

Pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir ricuh. Laga yang dimenangkan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, membuat suporter Aremania merangsak masuk pasca pertandingan.

Tampak dari pantauan di dalam Stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam (1/10/2022), ribuan suporter Aremania merangsak masuk ke area dalam lapangan pertandingan. Mereka langsung mengejar para pemain Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Tampak pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan stadion seusai pertandingan menggunakan empat mobil barracuda. Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain.

Terlihat Adilson Maringa penjaga gawang Arema FC juga mendapat perlakuan intimidasi dari Aremania. Puncaknya ketika para pemain Aremania telah masuk ruang ganti, kerusuhan pun pecah.

Flare, lemparan benda-benda dilakukan oleh para suporter. Mereka masuk ke dalam lapangan, namun dihalau oleh petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI.

Terlihat beberapa petugas keamanan dibuat kewalahan karena kalah jumlah dari ribuan Aremania. Petugas pun mengeluarkan gas air mata di dalam lapangan sehingga membuat banyak suporter bertumbangan. Para suporter ini tak sadarkan diri sehingga dievakuasi ke rumah sakit.

Hingga pukul 22.34 WIB, situasi di dalam stadion dan luar stadion masih mencekam. Kericuhan terjadi di dalam stadion dan area sekitar Stadion Kanjuruhan Malang

Arema Kalah Dengan Persebaya, Kerusuhan Terjadi Hingga Mobil Polisi Jadi Korban

Fasilitas di dalam Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang rusak parah pasca ribuan Aremania rusuh. Tampak dari pantauan Sabtu (1/10/2022) malam WIB, seluruh papan reklame rusak parah / Foto: MPI

BERITA POLISI MALANG – Fasilitas di dalam Stadion Kanjuruhan Kepanjen Malang rusak parah pasca ribuan Aremania rusuh. Tampak dari pantauan Sabtu (1/10/2022) malam WIB, seluruh papan reklame rusak parah.

Kobaran api juga masih terlihat di beberapa titik stadion. Terlihat dua unit mobil polisi yang salah satunya adalah mobil k9 dibakar massa.

Satu mobil lainnya pun rusak parah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP. Hingga pukul 23.27 WIB, suasana di dalam stadion sudah berangsur-angsur kondusif. Puluhan korban dari suporter dievakuasi menggunakan truk Brimob ke rumah sakit terdekat.